Pahit manis perjuangan

 Eyi

Kali ini ingin sekali ku posting fotomu disini,

Ah tapi nanti saja

Sebenarnya stok ini adalah salah satu foto terbaik mu yg tersimpan di galeri ku.


Kisahpun seperti tak ada lagi yg perlu kuceritakan, sudah kufikirkan, sudah kurenungkan, kucari ke sudut sudut pikir, ku kumpulkan patahan patahan waktu yg telah lalu, tak juga kujumpai.


Eyi.

Mungkin aku belum mampu mengajakmu liburan ke tempat nun jauh disana, ataupun sedikit menyeberang ke "pulau"ku sekarang, belum bisa mentraktirmu makan di mall (lagi) ataupun memberikan kado mahal di hari ulang tahunmu. 


Tapi kamu paham bukan?

Aku pernah menceritakan kepadamu kisah tentang pahit manisnya perjalanan. Syukur kamu bersedia menemaniku berjalan bersama. Ya kamu tau lah, aku disini juga masih berjuang, tak beranjak sedetikpun, masih tetap berusaha menjadi laki laki yg mewujudkan impiannya. Ya impian kita juga tentunya.


Eyi?

Kamu tau?

Aku takut sekali menjadi tua hanya dengan kisah kemacetan jalanan, menumpuknya restan dilapangan, riwehnya tentang pekerjaan, ketakukan datang terlambat, kerjaan rutin yg begitu begitu saja, hidup seperti mesin, pensiun lalu mati. Ya, mati mengenaskan.


Ya, aku tau eyi.

Aku sepenuhnya tau, debu jalanan, ombak dilautan, panorama pegunungan, Dayungan "Tuah keramat Bukit Embun", dan kenikmatan "Warprek" langgananan kita, semuanya, akan menjadi kenangan, tak lebih.

Tapi setidaknya itu menjadi bumbu manis melawan penuaan, lalu ketika nanti aku lebih dulu meninggalkanmu, aku tinggalkan kamu dengan senyuman, sebab impian sudah ditunaikan.


Selamat dinihari Eyi(sesuai waktu ini kutulis).

Kamu ibarat malam yg ingin kulewatkan, biar habis gelap terbitlah terang.

Maaf Eyi, bila kau terus katanya.


Sial eyi.

Aku harus jujur.

Tulisan ini kutulis setelah aku dicekoki 3 botol anggur merah oleh temanku, kamu tau namanya.

Jika ingin marah nanti kukirim kontaknya, silahkan kau maki dia sendiri saja.


Sekian Eyi.

Miss you

Komentar