Menaklukkan Jakarta tak semudah menaklukkan Batavia (2)
Selamat atas diumumkannya menjadi Mentri Kehutanan pada Kabinet Merah Putih Bro Raja Juli Antoni, Ph.D
Salah seorang putra Kuantan Singingi yang mampu menaklukan Jakarta dan menduduki jabatan kepala lembaga negara.
Dua tahun yang lalu, tepatnya pada pembukaan Pacu Jalur Tahun 2022 saya pernah menulis satu tulisan tentang kebingungan saya terhadap beliau. "Kok bisa putra daerah dari Kuantan Singingi menduduki jabatan di Kementrian?". Tanya ku dahulu.
Tulisan itu berjudul;
MENAKLUKAN JAKARTA
TAK SEMUDAH BATAVIA.
Tulisan ini aku rangkai dibawah pohon sawit di tepat di samping Mess di kalimantan dulu. Sewaktu itu aku menjadi semacam “sales” yang dengan bangga nya mengenalkan bahwa di Kampungku Kuantan Singingi ada sebuah budaya bernama Pacu Jalur pada rekan rekan di kalimantan. Ketika itu kami menonton Live Streaming pembukaan Pacu Jalur 2022 di platform Youtobe yang waktu itu dibuka oleh Menteri Pariwisata Sandiaga Uno. Bukan hanya aku, tapi semua orang tak sabar ingin melihat mas mentri membuka Pacu Jalur lewat streaming itu.
"Lama ni datang nya mas uno, jadi gasih dia datang? “ tanya mereka sambil ngejek sedikit.
Sesaat sebelum azan zuhur berkumandang, tamu yang di tunggu datang jua. Mentri Pariwisata dan Wakil Mentri Agraria dan Tata Ruang bergandengan menuju panggung kehormatan.
Ketika orang-orang di live streaming berteriak "bang sandi... bg sandi" aku malah berucap "bang toni... bg toni".
Ya, beliau adalah Raja Juli Antoni putra asli Paboun yang sekarang berkantor di Kebayoran Baru. Ketika live streaming nya selesai aku kembali masuk kedalam kamar mess. Termenung seakan tak percaya yang membuka acara tadi salah satunya adalah pejabat negara keturunan tulen Kuantan Singingi. Orang yg sekitar 6 tahun lalu ketika aku masih MaBa pernah ngopi bersama di Pekanbaru, saat itu beliau masih menjabat Staff di salah satu kementerian. Kontak WA nya masih ada, masih juga dalam WAG mahasiswa dan Ikatan keluarga Kabupaten.
Setelah googling berjam-berjam, saya berkesimpulan ini bukan kisah ZAINUDIN yang dengan mudah menaklukan Batavia. Pergi meninggalkan Sumatra oleh sebab HAYATI mendua, bermodal pandai menulis hingga akhirnya menjadi novelis sukses di tanah jawa.
Ya, Untuk menaklukan Jakarta bang Toni melalui rangkaian proses yang sangat panjang. Selepas SD beliau dikirim menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat. Setelah menempuh pendidikan selama 6 tahun, lalu beliau lanjutkan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bermodalkan beasiswa beliau mengambil S2 di Universitas Bradford, Inggris. Tak sampai di situ saja, beliau meneruskan studi doktoral di Universitas Queensland, Australia.
Tak terasa rangkaian acara ceremony Pelantikan Presiden serta menteri menterinya telah usai. Di dalam perenungan aku terpikir bahwa seorang dari latar belakang biasa saja untuk menjadi salah satu manusia hebat haruslah berpendidikan.
Bintan, 25 Oktober 2024
Komentar
Posting Komentar